Login Form






Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar

Random Photo

Syndicate

Beranda arrow Arsip Berita arrow Tahun 2000 arrow Warga Bale Keluhkan Air Besih
Warga Bale Keluhkan Air Besih PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 0
BurukTerbaik 
Arsip Berita - Tahun 2007
Ditulis Oleh Administrator   
Selasa, 13 November 2007
Suara Sulteng | Senin,  12 November 2007

 
DONGGALA-Pemenuhan air bersih dikeluhkan masyarakat Desa Bale Kecamatan  Tanantovea Kabupaten Donggala dalam acara diskusi tematik di kantor Desa Bale Minggu sore (11/11) kemarin.

Salahsatu tokoh masyarakat Desa Bale, Mahmud mengatakan, desanya adalah penghasil air bersih tetapi justru masyarakat di desanya tidak dapat menikmati air bersih karena Perusahaan Daerah air Minum (PDAM) hanya mengalirkan air bersihnya ke desa tetangga bahkan lanjutnya, fasilitas yang dibangun pemerintah Donggala sekitar tahun 80-an lalu lebih banyak memenuhi kebutuhan air minum warga Kota Palu sementara penduduk Bale menikmati air yang disalurkan dan sungai tanpa penyaringan.


Akibatnya, pada pertengahan tahun 2006, masyarakat sempat terserang wabah diare dengan korban 40 orang dan tiga orang tidak terselamatkan jiwanya. “saya juga kaget melihat daftar warga saya yang terserang diare dan dirawat di Rumah Sakit Madani” ucap Dg Paboso. Sekretaris Desa Bale yang membenarkan keluhan warganya.

Keterangan warga Desa Bale yang dihimpun Suara Sulteng, air yang dikonsumsi warga banyak mengandung lumpur dan kotoran dan bila didiamkan, perbandingan lumpur. air dan kotoran masing-masing sepertiga bagian wadah.

Diskusi bertema “Mendorong Akses Masyarakat Terhadap Pemenuhan Air Bersih” ini dilaksanakan Perhimpunan Bantuan Hukum Rakyat (PBHR) bekerja sama dengan Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah dan UNDP dalam Program Peace Through Development (PTD).

Koordinator Divisi Demokratik  Governance PBHR, Moh Masykur mengatakan bahwa pemerintah harus segera memberikan pelayanan air bersih kepada masyarakat Desa Bale karena ini berdampak buruk pada kesehatan. Menurutnya, ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena dapat menimbulkan persoalan baru seperti pemblokiran pusat dan aliran air.

“Bahkan pada saat bulan Ramadhan lalu, warga hampir saja memblokir air PDAM” terangnya.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa BaIe, Azam menambahkan, janji Bupati Donggala untuk mempekerjakan masyarakat setempat sebagai petugas PDAM belum diwujudkan. Pimpinan lembaga aspirasi rakyat desa ini menegaskan, pemerintah daerah harus memberdayakan masyarakat setempat dalam pengelolaan air bersih. [ANC]

Pemutakhiran Terakhir ( Kamis, 18 Juni 2009 )
 
< Sebelumnya   Berikutnya >