Publikasi Media
| Berita |
| Arsip Berita |
| Tulisan |
Welcome
| Beranda |
| Hubungi Kami |
| Links |
| TENTANG KAMI |
| PUBLIKASI |
| SEARCH |
Kampanye
| Bulletin |
| Buku |
| Poster |
| Kertas Posisi |
Login Form
Random Photo
| DUPLIKASI ANGGARAN DIKDA Terindikasi ‘Perampokan’ Legal |
|
|
|
| Ditulis Oleh iyan | |
| Senin, 24 Oktober 2011 | |
|
Mercusuar, 20 Oktober 2011
DUPLIKASI ANGGARAN DIKDA Terindikasi ‘Perampokan’ Legal Palu, MERCUSUAR- munculnya dugaan duplikasi anggaran pada penyaluran dana bantuan sosial tahun 2011 di Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulteng, telah mngindikasikan telah terjadi ‘Perampokan’ anggaran negara yang dibuat seolah-olah legal. Penegasan ini disampaikan Direktur Perhimpunan Bantuan Hukum Rakyat (PBHR) Sulteng, Muh Masyukur, kemarin (20/10). “Ini juga mengindikasikan buruknya kinerja satuan kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait. Dan seolah-olah banyak kegiatan tapi faktanya sama, kesal Muh Masykur. Kondisi itu, katanya, tak bisa dibiarkan, bebagai pihak terkait mulai dari kalangan DPRD Propinsi (Deprov) hingga aparat penegak hukum yakni kepolisian dan kejaksaan harus segera mengusut secara tuntas. Ia juga mengharapkan agar Gubernur Sulteng Longki Djanggola, sebagai perpanjangan pemerintah pusat di daerah, segera memanggil SKPD bersangkutan dan meminta penjelasan terkait duplikasi anggaran tersebut. “Jangan sampai ini, berdampak pada hukum di kemudian hari,” harap Teo panggilan akrabnya. Sekedar diketahui, ada beberpa penyaluran bantuan di Dikda Sulteng, yang alokasi anggaran berbeda tapi peruntukannya sama. Sebagai perbandingan, satu dari 174 penerima dana lembaga pendidikan Rp3,4 miliar dari APBN, yang melekat di Bidang Manajemen Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) adalah PAUD Mayasari Kabupaten Buol yang dikelola Apriyanto untuk jenis kegiatan desain grafis. Padahal setiap tahun pemerintah pusat pun terus mengucurkan dana PAUD melalui Dikda Sulteng, yang melekat melalui Kepala seksi PAUD Yusman Lamanto. Tahun ini saja, Sulteng mendapat kucuran Rp25 miliar yang diperuntukan kepada 333 lembaga PAUD Sulteng, berbeda dengan tahun 2010 lalu yang hanya Rp11 miliar. Pertanyaannya, mengapa PAUD Mayasari Buol, mendapat kucuran dari dana lembaga pendidikan, bukan melaui dana anggaran PAUD itu sendiri?. Hanya saja, sebelumnya Kepala Seksi Yusman Lamato, yang ditemui diruang kerjanya, kemarin (18\10), enggan membeberkan nama-nama penerima PAUD tahun ini. Dirinya beralasan, sebagai penerima PAUD sementara dalam proses seleksi administrasi. Meski demikian, ia mengaku kaget kalau ada lembaga PAUD menerima bantuan bukan melalui pos anggaran yang telah ditentukan.”itu tidak mungkin,” singkat Yusman Lamato, dengan muka kebingungan. Menanyakan peruntukan bantuan itu memiliki payung hukum?. “Ya sebenarnya tidak bisa,” ujarnya, tanpa merinci alasannya. “Ya tidak benar. Tapi belum saya cek. Apa benar yang terima dari PAUD,” tambahnya lagi. Bukan hanya itu, dalam daftar penerima untuk Kota Palu, tercantum Dinas Pariwisata sebagai salah satu penerima bantuan pada item jenis keterampilan perfileman. Sehingga, bantuan terhadap Dinas Pariwisata tersebut,berpeluang terjadi duplikasi anggaran. Berdasarkan data yang diberikan oleh Kabit Pendidikan Non formal dan Informal Dikda Sulteng, Gatot Margono, selain kejanggalan dinas membantu dinas, juga ditemukann item bantuan terhadap jenis keterampilan yang terkesan mengada-ngada. Diantaranya, bantuan yang diberikan kepada LKP Cahaya Mandiri di Kabupaten Bnggai penanggungjawab H Marwan M Londol, Skom. Lembaga ini memperoleh bantuan pada jenis keterampilan security. Demikian juga bantuan yang diberikan pada PKBM Bunga Cengkeh di Kabupaten Tolitoli dengan penanggung jawab Usman Ali, memperoleh bantuan pada item jenis keterampilan pencegahan tindak pidana perdagangan. Malah pada daftar penerima bantuan di Kabupaten Buol dan Kabupaten Tolitoli, hanya terdistribusi untuk delapan nama. Pada umumnya penerimaan bantuan, terdapat nama ganda. Bahkan, penanggung jawab Moh Natsir serta PKBM Bunga cengkeh, Umsman Ali memperoleh 10 item bantuan. Selanjutnya, PKBM Suka Maju dengan penanggung jawab Husen Ahmad, masing-masing memperoleh empat item bantuan. Hal yang sama untuk kabupaten Buol, dari 142 item bantuan hanya terdistribusi untuk 14 nama. LPM Sahabat kita dengan penanggung jawab Moh Yamin memperoleh 11 jenis bantuan. Malah daftar penerima, Moh Yamin memperoleh lima item bantuan pada jenis keterampilan peternakan kambing alias dobel bantuan. Hal janggal juga ditemukan untuk penerima bantuan di Kabupaten Buol, Apriyanto, penanggunga jawab Pendidikan Anak usia Dini (PAUD) Mayasari, menerima bantuan pada jenis keterampilan komputer dan desain grafis. Kepala bidang Manajemen pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) pada Dinas Pendidikan (Disdik) Sulteng, Gatot Margono dikonfirmasi, mengatakan, tidak semua lembaga pendidikan yang mengusulkan bantuan mendapat alokasi dalam bantuan sosial 2011. Dari 312 proposal dari kabupaten\kota yang masuk, hanya 174 proposal yang diantaranya yang disetujui dan memdapat bantuan. Ia mengaku, tahun ini banyak pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) mengusulkan banyak kegiatan. Namun tidak diloloskan semua karena terkendala syarat yang harus dipenuhi. Contohnya, PKBM Bunga Cengkeh di Tolitoli. PKBM yang dikelola Usman Ali ini hanya mendapat dua program dari 10 item yang diusulkan. Demikian halnya UPT PKB PNFI Sulteng yang diketuai As’ad Syukur. Dari tiga item program yang diusulkan, hanya proposal pengelolaan sampah yang didisposisi tim seleksi. Ia juga meluruskan PAUD Mayasari yang berada di Kabupaten Buol yang mendapat desain grafis. Menurut dia, desain grafis itu digunakan untuk PKBM, “kebetulan PKBM menaungi PAUD, jadi bukan untuk PAUD tapi untuk PKBM,” tandas Gatot. Ia pun membenarkan, sebagian penerima bantuan tahun ini adalah penerima bantuan tahun lalu. Pengajuan proposal telah dilakukan sejak april. Sementara tahap seleksi dilakukan kurun juni-juli. “Tahun ini pencairan terlambat karena DIPA Pusat turun juli,” tandasnya. URY/DIN |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Konsultasi Hukum

Jika Anda punya persoalan menyangkut hukum. Silahkan konsultasikan kepada kami. Anda bisa datang langsung ke kantor kami. Konsultasi juga bisa melalui email. Melalui email silahkan klick sini












