Publikasi Media
| Berita |
| Arsip Berita |
| Tulisan |
Welcome
| Beranda |
| Hubungi Kami |
| Links |
| TENTANG KAMI |
| PUBLIKASI |
| SEARCH |
Kampanye
| Bulletin |
| Buku |
| Poster |
| Kertas Posisi |
Login Form
Random Photo
Beranda
Arsip Berita
Tahun 2000
Politik Penjinakan Di Balik Bantuan Raskin
Arsip Berita
Tahun 2000
Politik Penjinakan Di Balik Bantuan Raskin | Politik Penjinakan Di Balik Bantuan Raskin |
|
|
|
| Arsip Berita - Tahun 2006 | |
| Ditulis Oleh Administrator | |
| Rabu, 26 September 2007 | |
|
Palu, 17/02/06. Bantuan Beras Untuk Rakyat Miskin (Raskin) yang diprogramkan oleh pemerintah sampai saat ini masih menyisakan banyak persoalan. Disamping penyaluran yang tidak tepat sasaran, penyimpangan penyaluran sampai pada akurasi data kemiskinan yang digunakan juga masih kontroversi. Politik Penjinakan Di Balik Bantuan Beras Untuk Rakyat Miskin Palu 17/02/06. Bantuan Beras Untuk Rakyat Miskin (Raskin) yang diprogramkan oleh pemerintah sampai saat ini masih menyisakan banyak persoalan. Disamping penyaluran yang tidak tepat sasaran, penyimpangan penyaluran sampai pada akurasi data kemiskinan yang digunakan juga masih kontroversi. Misalnya antara Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Badan Pusat Statistik (BPS) masih tarik menarik dalam penentuan indikator tingkat kemiskinan. Kami menilai bahwa program penyaluran Raskin untuk mengurangi beban hidup bagi rakyat miskin lebih pada sikap pragmatis yang ditempuh oleh pemerintah untuk meredam munculnya gejolak social. Akibat kebijakan pencabutan subsidi dan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Seperti program serupa pada tahun sebelumnya melalui Jaringan Pengaman Sosial (JPS) yang terbukti gagal dalam mengatasi persoalan kesejahteraan rakyat. Disamping itu, sampai saat ini program Raskin belum menunjukan perkembangan signifikan dalam menyelesaikan persoalan kemiskinan. Batuan beras minimal 10 Kg dan ditambah BLT Rp. 100.000 per bulan hanya digunakan untuk dapat bertahan hidup. Sehingga masih jauh dari harapan untuk dapat hidup sejahtera. Program ini hanyalah sebatas memberi kesan sesaat bahwa pemerintah peduli pada tingginya angka kemiskinan. Dalam persfektif jangka panjang program ini tidak menyelesaikan masalah. Sebaliknya menjadi sebuah ilusi kesadaran yang kontraproduktif. Oleh karena memberi gambaran adanya nuasa politik penjinakan Menyikapi hal tersebut, kami merekomendasikan, pertama, Pemda sebeliknya melakukan pendataan kembali melalui RT/RW tentang akurasi jumlah Keluarga Miskin. Agar penyaluran Raskin tidak menimbulkan gesekan sosial. Kedua, Program Pembangunan lebih diarahkan pada kebijakan yang berorientasi pada meningkatkan produktifitas rakyat yang bersandar pada basis ekonomi masyarakat. Ketiga, sebaiknya program bantuan sesaat lebih diarahkan pada peningkatan sumber daya dan keterampilan masyarakat. keempat, menindak tegas aparat pemerintah yang menyalagunakan wewenang yang mengambil keuntungan diatas penderitaan rakyat miskin Palu, 17 Februari 2006 PBHR Sulteng Muh. Masykur Dev. Good Governance |
|
| Pemutakhiran Terakhir ( Senin, 10 Maret 2008 ) | |
| < Sebelumnya |
|---|
Konsultasi Hukum

Jika Anda punya persoalan menyangkut hukum. Silahkan konsultasikan kepada kami. Anda bisa datang langsung ke kantor kami. Konsultasi juga bisa melalui email. Melalui email silahkan klick sini













