Publikasi Media
| Berita |
| Arsip Berita |
| Tulisan |
Welcome
| Beranda |
| Hubungi Kami |
| Links |
| TENTANG KAMI |
| PUBLIKASI |
| SEARCH |
Kampanye
| Bulletin |
| Buku |
| Poster |
| Kertas Posisi |
Login Form
Random Photo
Beranda
| Masyarakat Tolak Desa Malei Ibukota Kecamatan |
|
|
|
| Ditulis Oleh Administrator | |
| Kamis, 10 Desember 2009 | |
|
Media Alkhairaat, Selasa, 24 November 2009 PALU- Sejumlah tokoh masyarakat dari Kecamatan Balaesang Kabupaten Donggala, Ahad (22/11) mendatangi kantor PBHR Sulteng. Kedatangan mereka untuk minta di fasilitasi terkait dengan penetapan Desa Malei sebagai ibukota Balaesang Tanjung sebagai kecamatan ke 16 di wilayah Kabupaten Donggala. Pada pertemuan tersebut, sejumlah tokoh masyarakat tersebut menyampaikan, seharusnya Pemkab Donggala meninjau ulang keputusan tersebut. Sebab, Pemkab Donggala terlihat memaksakan dengan menetapkan Desa Malei sebagai ibukota kecamatan, tanpa memperdulikan pendapat masyarakat. “Intinya, kami menyetujui persemian Kecamatan Balaesang Tanjung, tapi menolak Desa Malei sebagai ibukotanya,” kata salah seorang tokoh mayarakat. Direktur PBHR, Muhammad Masykur minta, agar Pemkab Donggala mendengar permintaan masyarakat tersebut, dengan melakukan pertemuan kembali bersama seluruh tokoh masyarakat dan sejumlah pihak terkait dalam pemekaran tersebut, “Kiranya pemerintah terkait dapat mendengar protes masyarakat tersebut,“ kata Masykur. Selain itu, Masykur juga mengatakan, jika protes masyarakat tersebut tidak mendapat respon, di khawatirkan akan membawa dampak buruk bagi masyarakat dan menuai pro dan kontra yang berkelanjutan.(NANANG LP) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Konsultasi Hukum

Jika Anda punya persoalan menyangkut hukum. Silahkan konsultasikan kepada kami. Anda bisa datang langsung ke kantor kami. Konsultasi juga bisa melalui email. Melalui email silahkan klick sini












