Login Form






Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar

Random Photo

Syndicate

Beranda arrow Arsip Berita arrow Tahun 2000 arrow PLTU Kolaps, PLN Pasrah
PLTU Kolaps, PLN Pasrah PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 0
BurukTerbaik 
Ditulis Oleh Administrator   
Rabu, 25 November 2009

Media Alhairaat, Selasa, 24 November 2009
PLTU Kolaps, PLN Pasrah

PALU – PT PLN (Persero) Cabang Palu tak bisa berbuat banyak menyusul adanya rencana PT Pusaka Jaya Palu Power (PJPP) menghentikan pengoperasian PLTU Mpanau pada 3 Desember mendatang.  “Dalam jangka waktu secepat itu tidak mungkin bisa ditutupi defisit daya, tutur Humas PT PLN Palu, Petrus Walasary  Senin  kemarin.
    Petrus mengatakan, persoalan ketersediaan batubara merupakan persoalan internal dalam manajemen PLTU Mpanau. “Dalam kontrak, kami membeli berapapun daya yang bisa disuplai oleh PLTU dan kemudian mendistribusikan kepada pelanggan,” jelasnya.

    PLN kata dia, hanya berpijak dari kontrak yang kemudian menjadi ruang gerak PLN dalam bertindak. Dalam sistem kontrak disebutkan, naik turunnya harga batubara tidak berpengaruh terhadap suplai daya dan sudah menjadi resiko dagang.
    Sebelumnya, pihak PJPP mengatakan PLTU Mpanau, hanya bisa beroperasi hingga tanggal 3 Desember 2009 nanti, karena stok batubara di PLTU  tinggal  sekitar 12.000 MT (Metrik Ton) atau  hanya mampu bertahan beroperasi sampai awal Desember ini.
   Sementara pihak penyuplai batubara dan perusahaan pengangkut batubara ke PLTU Mpanau, menyatakan menghentikan pengiriman batubara, disebabkan PLTU tidak sanggup membayar utang kepada perusahaan tersebut.
    Sejak beroperasi tahun 2007 hingga 31 Oktober 2009, akumulasi kerugian PLTU mencapai Rp83 miliar. Kerugian itu tidak termasuk laba rugi selisih kurs dan hutang yang belum dibayar oleh pihak PT PJPP kepada suplier batubara dan pemilik kapal tongkang sudah mencapai nilai Rp33 miliar.
    Anggota Komisi IV DPRD Sulteng Chandra Ilyas mengatakan, penyelamatan PLTU harus segera mungkin dicari jalan keluar agar tidak terjadi pemadaman dalam skala besar, karena sangat berdampak langsung pada masyarakat serta mempengaruhi investasi di Sulteng.
    Wakil Ketua DPRD Henry Kawulur mengatakan, dalam waktu dekat ini, pihak DPRD Sulteng akan segera mengundang Pemerintah Daerah untuk menjelaskan terkait dengan persoalan maraknya pemberitaan diberbagai media massa tentang penutupan PLTU yang berlokasi di Kelurahan Panau Kecamatan Palu Utara tersebut. (EGA/Nandar)
Pemutakhiran Terakhir ( Jumat, 04 Pebruari 2011 )
 
< Sebelumnya   Berikutnya >