Login Form






Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar

Random Photo

Syndicate

Beranda arrow Arsip Berita arrow Tahun 2000 arrow Polisi Pukul Wartawan Tran TV
Polisi Pukul Wartawan Tran TV PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 0
BurukTerbaik 
Ditulis Oleh Ferry A   
Jumat, 30 Mei 2008
Media Alkhairat, 30 Mei 2008

Polisi Pukul Wartawan Tran TV


PALU- Seorang anggota polisi dari Polresta Palu, Kamis (29/5) siang, memukul wartawan Trans TV, Jafar G Bua yang sedang bertugas meliput aksi penolakan kenaikan harga BMM di Kantor DPRD Sulawesi Tengah. Akibat pemukulan ini layar kamera atau LCD (liquid Crystasl Display) yang digunakan Jafar pecah dan rusak.
     Pemukulan Jafar ini bermula dari aksi unjukrasa penolakan kenaikan harga BBM oleh ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Komunikasi BEM se-Kota Palu. Aksi ini dijaga ketat ratusan anggota polisi dari satuan samapta yang dilengkapi pentungan rotan dan pentungan T serta polisi berpakaian preman.
     Aksi ini berujung bentrokan. Polisi dan mahasiswa saling kejar. Saat sedang mengambil gambar, Jafar terjatuh akibat terdorong seorang anggota polisi. Saat akan berdiri Jafar ditolong oleh seorang anggota polisi, namun tiba-tiba dari arah depan, seorang polisi datang dan langsung memukulkan pentungan rotannya pada Jafar. Usai memukul polisi ini langsung kabur. Hingga saat ini,polisi pelaku pemukulan ini belum diketahui nama dan pangkatnya.
    Beberapa saat setelah kejadian, Kapolres Palu AKBP Sunarto meminta maaf atas pemukulan ini. Kapolres juga berjanji menindak anggota yang melakukan pemukulan. Kapolres meminta wartawan untuk membantu penyidikan kasus ini.
     Kapolda Sulteng Kombes Pol Suparni Parto sendiri ketika dihubungi justru lebih berempati. Ia secara pribadi meminta maaf atas perlakuan anggota Polisi tersebut. “Saya sudah menelpon Kapolres Palu AKBP Sunarto dan Anda silakan berhubungan dengan dia. Saya secara pribadi meminta maaf kepada wartawan atas tindakan tersebut,” kata Kapolda Sulteng Kombes Suparni Parto.
     Menurut Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palu, Amran Amier, pihaknya telah dan akan terus  melakukan pengumpulan data dan fakta untuk menyikapi dan menyelesaikan kasus pemukulan ini.  
    Untuk itu atas kejadian ini, kata Amran, AJI Palu  menuntut Kapolri, Kapolda Sulteng dan Kapolres Palu untuk mengusut tuntas dan menindak anggota yang melakukan pemukulan terhadap wartawan Trans TV, Jafar G Bua. “Kami juga meminta polisi mengganti kerugian materil yang diderita Jafar,” kata wartawan TRANS7 Palu itu. Selain, tambah Amran, AJI Palu meminta polisi meningkatkan profesionalismenya dalam penanganan aksi unjukrasa dan perlindungan terhadap wartawan yang bertugas di lapangan.
     Menurut Amran, pihaknya telah melaporkan pemukulan Jafar ke AJI Indonesia untuk selanjutnya dilaporkan ke Kapolri dan instansi terkait. syarif, ahmad
Pemutakhiran Terakhir ( Selasa, 10 Pebruari 2009 )
 
< Sebelumnya   Berikutnya >