Publikasi Media
| Berita |
| Arsip Berita |
| Tulisan |
Welcome
| Beranda |
| Hubungi Kami |
| Links |
| TENTANG KAMI |
| PUBLIKASI |
| SEARCH |
Kampanye
| Bulletin |
| Buku |
| Poster |
| Kertas Posisi |
Login Form
Random Photo
Beranda
Arsip Berita
Tahun 2000
Manusiawi Anggapan PLTU Mesin Tua
Arsip Berita
Tahun 2000
Manusiawi Anggapan PLTU Mesin Tua | Manusiawi Anggapan PLTU Mesin Tua |
|
|
|
| Ditulis Oleh Ferry | |
| Senin, 24 Maret 2008 | |
|
SKH Radar Sulteng, Sabtu 15 Maret 2008 Manusiawi Anggapan PLTU Mesin Tua
Dewan Ikut Gerah Adanya Pemadaman PALU- Kalangan anggota dewan mulai gerah dengan sering rusaknya mesin Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Palu. olehnya itu suara-suara yang meminta PLTU memberikan penjelasan kepada masyarakat soal sering rusaknya mesin PLTU mulai bermunculan. Seharusnya kata Ketua F-PKS Muh Ali Lamu Lc, pihak PLTU memberi penjelasan kepada warga, kenapa secara tehnis mesin PLTU yang baru diresmikan oleh presiden beberapa bulan lalu sudah sering rusak. “Jika tidak ada penjelasan yang sebenarnya soal kondisi mesin maka akan sangat manusiawi ketika masyarakat mengambil kesimpulan bahwa mesin PLTU itu ternyata hanya mesin tua. Jika ada kesimpulan seperti itu maka saya anggap merupakan hal yang sangat wajar, karena jika mesin baru lantas kenapa rusak terus menerus,” kata Ali Lamu. Menurut Ali, sangat mengecewakan ketika PLTU beroperasi di Palu, karena tidak memberi penyelesaian atas krisis listrik yang ada di Palu. “Makanya saya berharap PLTU memberi penjelasan kepada masyarakat misalnya dengan mengatakan begini kondisi PLTU yang sebenarnya sehingga masyarakat tidak akan bertanya-tanya lagi dan akan paham bahwa begini lho kondisi mesin PLTU,” kata Ali Lamu lagi. Sekarang ini ujar Ali Lamu, dewan sudah menjadi tempat pertanyaan masyarakat kenapa pemadaman listrik tidak kunjung berhenti meskipun sudah ada PLTU. “Kamipun tidak bisa memberikan jawaban karena kami memang tidak paham kondisi di PLTU. Makanya pihak PLTU sendiri yang harus memberikan jawaban,” kata anggota DPRD dari Komisi C itu. Dikatakan, dewan sebenarnya sudah bisa memanggil untuk memberikan penjelasan dihadapan anggota dewan. “Tetapi apakah PLTU bisa dipanggil ke gedung dewan, itu tergantung kemauan serta keputusan dari pimpinan dewan,” tandas Ali Lamu. (zai) |
|
| Pemutakhiran Terakhir ( Rabu, 04 Pebruari 2009 ) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Konsultasi Hukum

Jika Anda punya persoalan menyangkut hukum. Silahkan konsultasikan kepada kami. Anda bisa datang langsung ke kantor kami. Konsultasi juga bisa melalui email. Melalui email silahkan klick sini













