|
Ditulis Oleh Ferry A
|
|
Kamis, 29 Mei 2008 |
|
SKH Radar Sulteng, 29 Mei 2008
Yahya Aling, Korban Konflik Poso Yang Berjuang Mengganti Kaki Palsunya seharga Rp15 Juta (Bagian 2) Sejak kaki Buntung, Kebutuhan Hidup Ditanggung Istrinya Yang Petani Laporan: Supriyono
Perjuangan Yahya Aling, korban konflik Poso yang kedua kakinya terpotong akibat terkena serpihan BOM di Pasar Sentral Poso, pada tahun 2004 lalu, sepertinya masih panjang. Hingga saat ini, kemanisan hati para pejabat di Provinsi ini, masih belum tersentuh. Namun demikian, dia mengaku masih akan terus berjuang, hingga mendapatkan pengganti kaki palsunya yang saat ini sudah tak layak pakai lagi. Bagi Yahya Aling, perjuangan untuk mendapatkan pengganti kaki palsunya yang sudah tak layak pakai lagi itu, bukan hal yang pertama kali dilakukan. Perjuangan itu sebenarnya telah dimulakan sejak tahun lalu, tepatnya setelah persendian bagian mata kaki palsunya sudah retak. Namun hingga saat ini perjuangan itu masih belum membuahkan hasil, meski telah mendatangi sejumlah pejabat berpengaruh dan berduit di daerah ini.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis Oleh Ferry A
|
|
Rabu, 28 Mei 2008 |
|
SKH Radar Sulteng, 28 Mei 2008 Yahya Aling, Korban Konflik Poso Yang berjuang Mengganti Kaki Palsunya Seharga Rp 15 Juta (bagian 1) Kecewa, Tak Ada Anggaran Penggantian Kaki Palsu Laporan: Supriyono Yahya Aling, korban konflik Poso berjuang untuk mendapatkan bentuan pemerintah untuk mengganti kaki palsunya. Tak terhitung beberapa kali dia mendatangi kantor Pemerintah, namun hasilnya nihil. Terakhir dia mengadu ke Perhimpunan Bantuan Hukum Rakyat (PBHR) Sulteng. Beberapa bulan terakhir, Yahya Aling, salah seorang korban konflik Poso cacat permanen, dimana kedua kakinya terpotong, karena terkena serpihan ledakan BOM pasar sentral Poso 2004 lalu, hanya bisa mengeluh. Pasalnya, meski telah beberapa kali mengadukan nasibnya ke kantor Bupati Poso, untuk mengganti kaki palsunya yang saat ini sudah rusak, namun tidak mendapatkan hasil. Untuk mengganti kaki palsunya, Yahya membutuhkan dana sebesar Rp 15 juta. Dengan perincian, Rp 8 juta untuk kedua buah kaki palsunya (kiri dan kanan), dan sisanya dia gunakan untuk biaya transportasi. Sebab untuk mengganti kaki palsunya, dia harus pergi ke Jogjakarta. |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Kamis, 29 Mei 2008 )
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis Oleh Ferry A
|
|
Rabu, 28 Mei 2008 |
|
Media Alkhairat, Rabu 28 Mei 2008 Korban Bom Poso Merasa Dianaktirikan POSO- Perhimpunan Bantuan Hukum Rakyat (PBHR) Sulawesi Tengah mengecam sikap Pemerintah Sulawesi Tengah dan Kabupaten Poso, karena tidak pernah serius mengurus korban konflik Poso, khususnya korban ledakan bom di depan pasar sentral Poso. Yahya Aling menjadi salah satu contoh ketidakseriusan pemerintah itu. Yahya Aling (39) adalah warga Kecamatan Lage, Kabupaten Poso. Ketika ledakan bom itu, sedang berada didalam sebuah mobil angkutan. Akibatnya, Yahya kehilangan kedua kaki dan jari kelingking kanannya. Sedangkan enam penumpang lainnya tewas. Satu korban lagi adalah Elvin Paligombo, yang hingga kini masih mengalami gangguan pada telinga dan matanya. Sebelumnya Elvin mengalami pendarahan hebat pada kedua organ tubuhnya. |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Kamis, 29 Mei 2008 )
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis Oleh Ferry A
|
|
Selasa, 13 Mei 2008 |
|
Kami sampaikan bahwa saat ini, Perhimpunan Bantuan Hukum Rakyat (PBHR) Sulteng, telah pindah alamat. Jl. Tombolotutu, No. 94 Palu, Kel. Talise, Kec. Palu Timur Telp & Fax: (0451) 424175 JL. SUTOYO, NO.19 PALU, KEL. BUMI SAGU, KEC. PALU TIMUR. PALU-SULTENG TELP & FAX: (0451) 452650 EMAIL:
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
,
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>
|